Kekuatan Menjadi Diri Sendiri
Arief berasal dari latar belakang kelas pekerja yang keras dan telah bekerja keras untuk menjadi seorang manajer sukses di sebuah perusahaan telekomunikasi di Jakarta yang sangat sukses, tetapi ia tidak bahagia. “Saya merasa seolah-olah saya telah membentuk diri saya sendiri untuk mencoba menjadi orang yang mereka inginkan. Saya telah memberikan kekuatan saya. Bertahun-tahun saya telah memaksakan diri untuk melakukan berbagai hal yang sebenarnya tidak saya lakukan, dan tidak termotivasi untuk melakukannya, dan saya telah tumbuh menjadi orang yang tidak menyukai diri sendiri karena telah melakukan itu. Saya telah berhasil, tetapi saya telah hilang dalam proses tersebut. Saya tidak lagi mendorong diri saya sendiri untuk melakukan apa yang tidak saya hargai. Saya takut bila mereka menyadari hati saya tidak menyukainya lagi, saya kelelahan.” Arief merasa bahwa dia telah berlomba bertahun-tahun, tetapi garis finish tampak semakin jauh. Dia berbicara tentang bagaimana dia ingin menjadi kreatif, mengendalikan pekerjaan dan hidupnya sendiri, serta melakukan sesuatu yang sungguh-sungguh oleh dirinya. Dia ingin hidupnya terbuka terhadap beberapa petualangan, be¬berapa kejutan, dan inspirasi.
Pengalaman Arief mengingatkan apa yang banyak orang pikirkan tentang sukses. Dia telah menaiki tangga untuk menemukan bahwa tangga itu bersandar pada bangunan yang salah! Untuk menjadi sukses kita sering percaya bahwa kita harus membentuk dan mengubah diri kita sendiri dan kita tidak percaya bahwa kita bisa menjadi diri kita sendiri begitu saja. Kita percaya bahwa kita perlu mengorbankan apa yang kita cintai, kreatifitas kita, keluarga kita, keotentikan kita, atau keseimbangan kita dalam hidup. Tetapi seperti kita ketahui, sukses tak bersyarat adalah tentang menemukan bentuk unik dari jiwa kita dan membiarkannya membentuk hidup kita sehingga kita bisa menjadi sungguh-sungguh bahagia dan puas.