Ciri-ciri dari orang yang berpikir terbuka bebas menurut kecerdasan bioenergi

Posted by bioenergicenter on Minggu, 30 Agustus 2009 | 0 komentar

Ciri-ciri dari orang yang berpikir terbuka bebas dan menemukan alam sejatinya adalah sebagai berikut:
1) Penampilan sederhana dan tenang
2) Budi bahasanya halus dan menyejukkan hati, serta dapat mem¬pe¬nga¬ruhi jalan pikiran orang.
3) Saat berhubungan dengannya banyak ditemukan kemudahan da¬lam kehidupan.
4) Rendah hati dan fleksibel bagaikan sifat air, serta cepat beradaptasi terhadap perubahan situasi.
5) Selalu mensyukuri hidup, mudah memaafkan, mudah memberi to¬le¬ransi dan arif kepada siapa saja.
6) Selalu merespon terhadap being by no-being (keberadaan dengan ketidakberadaan).
7) Tenteram, luas dan jauh tanpa batas pandangannya.
Secara alami seseorang tidak dapat mengharapkan manusia mele¬nyapkan moral suka dan tidak suka, karena ini merupakan bawaan lahir dari kehidupan masa lalu. Seseorang juga tidak dapat melenyapkan per¬be¬daan di antara manusia sebagai produk dari perbedaan dalam pen¬didikan, pengalaman dan latar belakang kebudayaan serta tingkatan spiritual.
Manusia berhak merayakan apa yang membuatnya unik, akan tetapi ia tidak boleh menjadi budak dari kebiasaan tingkah lakunya sen¬diri, idaman atau pengalamannya. Bagi rata-rata orang hal itu tentu saja sulit dilakukan. Oleh karena itu, kita harus mencoba untuk berpikir ter¬buka bebas pada setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.
Kebijaksanaan dan aspirasi para karyawan dan masyarakat tidak akan sampai kepada pimpinan yang yakin bahwa posisinya menem¬pat¬kan dirinya di atas kebutuhan untuk mendengarkan pendapat dan nasihat orang lain. Pimpinan seperti ini tidak akan mendengarkan siapa pun, kecuali dirinya sendiri. Ia dilumpuhkan oleh sikapnya yang negatif dan ketergantungannya pada pengetahuan dan informasi yang terbatas. Bila demikian halnya, divisi manajemen di bawah kepemim¬pinannya pasti akan gagal.
Sebagaimana manusia hidup hanya dalam tiga dimensi keempat, yaitu waktu, sehingga otak manusia pada suatu wakatu hanya dapat me¬nerima, memroses dan memberi respon terhadap satu informasi dan rangsangan saja. Jadi, untuk memperoleh hasil yang optimum dari pikiran, seseorang harus menyusun prioritas menurut urutan urgensi dan kepentingannya.
Sinar matahari menerangi bumi pada pagi dan siang hari, sinar bulan menerangi bumi pada malam hari. Akan tetapi sinar batin (alam sejati) menerangi pikiran manusia yang telah terbuka bebas pada pagi, siang dan malam hari.
Pada saat tidak ada nafsu, egoisme, emosi, dan prasangka yang menutupi dan membebani pikiran dan roh, seseorang akan mengalami kejelasan dan keluasaan tanpa batas. Orang yang sedang berpikir terbuka bebas akan memperlakukan segala sesuatu dengan tenang. Orang yang pandai bicara tidak dapat mengubah pendiriannya. Orang cantik tidak dapat memengaruhinya. Orang yang pintar tidak dapat menggerakkan hatinya. Para penguasa tidak dapat menakut-nakutinya, tapi ketika ditekan, ia dapat terus bergerak maju dengan gaib sejalan dengan evo¬lusi kehidupan. Ini adalah kebebasan dari orang yang sedang berpikir ter¬buka bebas dan telah menemukan serta menyatu dengan alam se¬jati¬nya.