Cara membuat tujuan dan sasaran yang benar dan dilandasi kecerdasan bioenergi
Cara membuat tujuan dan sasaran yang benar adalah dengan melandasi dan menyelaraskan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dengan empat faktor, yaitu:
1) Misi kehidupan manusia.
2) Kemampuan diri dan organisasinya dalam periode pencapaian tujuan dan sasaran.
3) Situasi yang sedang dan akan berlangsung dalam periode pen¬capaian tujuan dan sasaran.
4) Hati dari orang-orang yang bekerja di dalamnya serta masya¬rakat konsumen dalam target pasar (dinamakan trend) dalam perio¬de pencapaian tujuan dan sasaran.
Barangsiapa yang membuat tujuan dan sasaran menyimpang dari empat faktor di atas maka itu sama saja dengan mencari kegagalan.
Dengan berpikir terbuka bebas seseorang dapat melihat dengan jelas situasi yang sedang dan akan berlangsung dalam periode pen¬capaian tujuan dan sasaran. Dalam kehidupan yang selalu tercemarkan oleh prasangka, nafsu, ego, dan emosi, memang sulit bagi rata-rata orang un¬tuk berpikir terbuka bebas. Agar Anda terhindar dari kesalahan dalam menetapkan tujuan dan sasaran, dan kegagalan dalam me¬wu¬jud¬kan tuju¬an Anda atau organisasi, maka Anda dapat menempuh tiga cara sebagai berikut:
1) Menggunakan “total pikiran”
2) Berkonsultasi dengan “tim inti” yang dalam hal ini bertindak sebagai pusat pemikir (atau gabungan pikiran perencana atau mas¬ter mind) untuk memastikan kebenaran.
3) Berkonsultasi dengan dua orang (atau lebih) yang memiliki peng¬¬¬lihatan dan pengetahuan metafisik/spiritual (antara lain: ahli astrologi, ahli baca muka, garis tangan, kartu petunjuk, bola kristal, daun teh atau lainnya, dan orang-orang suci yang telah mencapai ting¬katan pikiran terbuka bebas untuk memastikan kebenaran dari penglihatan dan pengetahuan “Anda dan tim inti Anda” tentang :
a. Situasi dan kondisi yang sedang dan akan berlangsung pada setiap bidang usaha.
b. Orang-orang kunci yang bekerja dan berhubungan dengan per¬¬wujudan tujuan dan sasaran tersebut dalam jangka waktu ter¬tentu.
Setelah Anda menempuh tiga cara tersebut, Anda harus kembali ke hati nurani Anda masing-masing tentang kebenarannya. Bila hati Anda dan mayoritas dari anggota “tim inti” Anda merasa nyaman, itulah keputusan yang benar dan Anda bersama inti dapat menetapkan tujuan serta sasaran-sasaran dari setiap bidang usaha Anda atau orga¬nisasi secara konsensus.
Sebaliknya, bila hati Anda dan mayoritas dari “tim inti”tidak nyaman, maka sebaiknya jangan diburu-buru oleh keadaan apa pun ke dalam suatu tindakan yang ceroboh, karena waktu yang dibutuhkan un¬tuk memperbaiki kesalahan yang dibuat akan memakan waktu relatif lama dibanding Anda musti mengulang cara 1,2,3 dan seluruh proses tersebut di atas untuk memastikan kebenarannya sebelum Anda ber¬tindak.
Bagaimana cara memperkuat “Tujuan dan Sasaran Anda” yang telah ditetapkan agar pikiran Anda tidak mudah tergoyahkan oleh situasi dan kondisi yang untuk sementara waktu kurang mendukung, kurang menguntungkan Anda dan mencemaskan serta menakutkan pikiran Anda? Begitu pula agar pikiran Anda tidak akan dapat dibiaskan oleh pandangan-pandangan luar yang tidak sejalan dengan tujuan dan sasaran Anda?
Caranya adalah dengan membaca dalam hati secara berulang kali setiap tujuan dan sasaran yang telah Anda tetapkan tersebut setiap hari sam¬pai Anda mempunyai bayangan yang utuh bahwa apa yang Anda tuju itu seolah-olah telah Anda peroleh, serta sampai mereka menyatu dengan alam sadar dan bahwa sadar pikiran Anda. Dengan jalan ini, Anda akan memperoleh energi yang Anda butuhkan dan pikiran tidak dapat tergoyahkan oleh situasi dan kondisi yang untuk sementara waktu kurang mendukung, kurang menguntungkan, mencemaskan, dan menakutkan pikiran Anda. Begitu pula pikiran Anda tidak akan dapat dibiaskan oleh pandangan-pandangan luar yang tidak sejalan dengan tujuan dan sasaran Anda itu. Percayalah bahwa:
1) Dunia akan membuka jalan bagi siapa saja yang tahu mau ke mana.
2) Apa saja yang dapat dibayangkan dan dipercaya oleh pikiran manusia, pasti dapat dicapai dengan sikap mental positif tanpa mengambil hak orang lain.
3) Di depan perjalanan Anda terdapat sukses untuk memperoleh hasil.
Dalam menindaklanjuti tujuan dan sasaran, Anda hendaknya me¬ngerti dua kualitas yang menjadi sifat dari kesadaran Anda, yaitu niat dan perhatian. Niat menghasilkan energi dan perhatian menjelmakan energi. Banyak orang yang yang gagal mencapai tujuan dan sasarannya di dunia ini karena mereka hanya berniat, tapi kurang memberi perhatian yang cukup pada tujuan dan sasaran mereka atau sebaliknya. Mengapa? Sebab dengan hanya berniat saja tapi tanpa memberi perhatian yang cu¬kup terhadap tujuan dan sasarannya, ia tidak memanfaatkan se¬penuhnya energi yang ada dalam tubuh dan pikirannya untuk diwujudkan ke dalam bentuk fisik.
Begitu pula dengan hanya memberi perhatian berkelanjutan tapi kurang berniat untuk mewujudkan tujuan dan sasarannya, maka ia akan ke¬kurangan energi untuk mewujudkan tujuan dan sasarannya tersebut.
Untuk menindaklanjuti tujuan dan sasaran serta berhasil, kita harus sungguh-sungguh berniat dan memberi perhatian secara berkelanjutan pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Penjelasannya, setiap energi dan informasi yang masuk, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, akan diterima oleh indera Anda. Energi dan informasi yang datang dari luar akan diterima oleh “otak sadar” melalui panca indra, yaitu telinga, mata, hidung, kulit, dan lidah; sedangkan energi dan informasi yang datang dari dalam akan diterima oleh “otak bawah sadar” melalui indra keenam, yaitu intuisi.
Bila Anda memberi niat yang sungguh-sungguh pada tujuan dan sasaran Anda, maka otak Anda akan menyerap energi semesta, sehingga pikiran Anda akan jadi kuat untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang jalan yang harus Anda tempuh untuk mewujudkan tujuan dan sasaran Anda ke dalam bentuk fisiknya. Begitu pula, Anda akan mampu menarik orang-orang yang energinya sejenis untuk membantu Anda mewujudkan tujuan dan sasaran Anda ke dalam wujud fisiknya. Bila Anda tidak memberi niat yang sungguh-sungguh pada tujuan dan sasaran Anda, maka pikiran Anda akan melemah dan jalan untuk mewujudkan tujuan Anda ke dalam wujud fisiknya menjadi terpecah-pecah dan gelap, serta tujuan dan sasaran Anda akan hilang. Selanjutnya, bila Anda mem¬beri “perhatian” (fokus) pada tujuan dan sasaran Anda secara ber¬kelanjutan, maka pikiran Anda akan bekerja lebih cepat dan produktif untuk menjelmakan tujuan dan sasaran Anda ke dalam bentuk fisiknya.
Keberhasilan setiap manusia dalam mewujudkan tujuan dan sasaran hanyalah sebagai “perjalanan” yang mengarah kepada per¬wu¬judan misi kehidupannya sebagai manusia di dunia ini, yaitu: mengalami hidup lebih baik, sekarang maupun di akhirat nanti setelah ma¬ti. Atas dasar pengertian, maka pada saat Anda telah berhasil mencapai sasaran Anda, Anda harus segera membuat dan atau me¬laksanakan sasaran-sasaran baru Anda untuk mewujudkan tujuan Anda. Begitu pula se¬terusnya bila Anda ingin mengalami hidup lebih baik dari waktu ke wak¬tu dan memiliki berkah yang cukup besar untuk pulang ke rumah Anda di alam abadi setelah Anda mati.